Monday, August 28, 2006

karna hujan sayapku basah

Date: Mon, 21 Nov 2005 06:00:07 +0000 (GMT)

From:"princess utty"

Subject: karna hujan sayapku basah

To:Send an Instant Message pak_rektor@yahoo.com



hujan mulai merajuk di lelahnya siang

aku mencoba berhimpit-himpit diantara dedaunan

semakin dingin hujan ini menderaku

kurasa hanya aku yang merasa dingin

aduh...

sebelah sayapku mulai basah

ada yang sengaja memercikkan air itu

ahh...

rupanya hujan tak mau menghiburku

sekujur sayapku dibuatnya basah

lunglai...

dan aku pun kedinginan

tepat ketika aku mulai belajar merentangkan sayapku

Monday, August 21, 2006

The Truly Live

aku buat tulisan ini pas pagi-pagi nungguin si Dian (temen di UKMP) dateng. Rencananya hari itu aku ma Dian mo janjian bahas rencana pameran buku. Trus pas lagi duduk2 gitu ehh...ada dua sejoli dateng. Ternyata mereka ke situ mo bertengkar. Waduh pagi-pagi aku mesti ngedengerin pertengkaran 'rumah tangga' orang. Ya udah aku dengerin aja en sekalian ambil hikmahnya :P

Cobalah untuk bisa mempercayai pasanganmu sendiri. Jangan terprovokasi omongan orang lain. Percaya pada pasangan artinya menghargai pasanganmu seutuhnya. Pasangan kita adalah bagian dari sebuah kehidupan dunia juga. Dia memiliki alur hidup sendiri. Manusiakanlah pasanganmu. Menjaga, menyayangi, mengagumi boleh saja tapi tetap harus diperhatikan kebutuhan-kebutuhannya sebagai seorang manusia.
Manusia apapun statusnya tetaplah ingin memiliki kebebasan. Bayangkan ketika apapun yang kita lakukan selalu dikontrol, diamati dan dicurigai orang lain, Apakah masih murni arti sebuah kata 'menyayangi' itu ? Apakah sudah tak berubah menjadi kata 'mengatur' dan 'mengubah menjadi yang diinginkan ? THINK TWICE..... bahwasanya pasangan kita juga membutuhkan kehidupannya. Dia menyayangimu karena dia memiliki hidupnya.

10 aDvIcE fOr My SeLf

1. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, maka mulai hari itu Anda akan menerima segudang nasehat yang tidak Anda minta. Belajarlah menerima nasehat itu dengan lapang dada. Ingatlah untuk mempertahankan keyakinan Anda dan alasan yang menyebabkan Anda dan kekasih Anda memutuskan untuk bersatu

2. Ketika janji itu telah diucapkan, coba carilah waktu untuk berduaan dengan pasangan sebentar saja. Saling ucapkan selamat, tertawa bersama dan rayakan keberhasilan Anda

3. Peraturan pertama untuk bertahan di tahap pengantin baru adalah pasangan suami istri harus terus berpacaran

4. Jangan harap pasangan tahu apa yang Anda pikirkan. Komunikasikan apa yang Anda inginkan dengan kata-kata dan dengan mendengarkan. Luangkan waktu satu sama lain.

5. Berpisah sebentar untuk menyediakan waktu buat diri sendiri setiap minggu atau setiap hari bisa menguntungkan perkawinan Anda. Plus Anda bisa saling bertukar cerita di malam harinya

6. Hubungan yang kuat tidak terjadi begitu saja tapi Anda harus menciptakannya

7. Ketika Anda bertengkar, bicaralah dari hati ke hati tanpa menyalahkan siapapun. Bicaralah bagaimana perasaan Anda ketika ada masalah. Jangan katakan "Kamu tak pernah" atau "Kamu selalu"

8. Bagian terbaik menyangkut hidup bersama seseorang adalah Anda dapat belajar banyak sekali tentang diri Anda sendiri

9. Hal yang paling dibutuhkan pria atau wanita dalam perkawinan adalah hubungan pertemanan

10. Membiarkan Dia tahu bahwa Dia sangat berharga untuk Anda

Wednesday, August 09, 2006

Asyiknya Ngajar di TK

Aku punya kesibukan baru yang menyenangkan kali ini. Di saat kebosanan melandaku akan akativitas sehari-hariku, kuliah, ukmp, maen, eh...sekarang aku punya kegiatan yang jauh lebih menyenangkan. Selain menyenangkan juga mengasah kreativitasku loo... Sudah hampir sebulan aku bekerja jadi guru di sebuah TK. Nama TK-nya TK Al Fath. Bayangkan serunya aku ketika pertama kali mesti bertemu mereka.
Dengan malu-malu mereka memandangiku. Terus dengan suara yang tertahan mereka memanggilku “Bu Putri...”. hehehe.

Awalnya sih aku cuma bantuin guru-guru di kelas nol kecil sambil ngisi liburan kuliahku. Yah, sempat sih ngajuin diri jadi guru ekskul mereka, tapi waktu itu aku belum dapat jawaban apa-apa. Eh, lama-lama murid-muridnya jadi tambah deket ma aku. Betapa mengharukan ketika mereka benar-benar ngerasa ‘tergantung’ pada kita. Minta dibantu pake sepatu, minta dibukakan kuenya, tanya-tanya ke aku, dan bagaimana mata mereka memandang berbinar ke arahku ketika aku berada di depan kelas. Belum lagi anak-anak yang usianya masih dibawah 4 tahun, dimana mereka bener-bener belum berminat sekolah. Jadi tiap hari ya bujuk-bujuk mereka agar mau ikut di dalam kelas, atau tindakan yang lebih persuasif yaitu menggendong mereka atau memangku mereka. Yah, mending klo cuma satu orang saja. Lha wong di setiap kelas minimal ada 2 orang yang masih manja banget gitu. Capek sih tapi seneng.

Eits.... belum lagi ada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Sebenernya sih kalo ortunya emang pengertian, mereka gak dimasukkan disekolah anak normal gini. Masalahnya jelas banget anak dengan kebutuhan khusus perlu penanganan yang khusus pula. Mereka benar-benar membutuhkan perhatian khusus. Mereka akan kesulitan untuk mengikuti pelajaran dengan sistem klasikal. Tak ada aktivitas yang bisa mereka ikuti selama berlangsungnya pelajaran setiap hari. Bahkan untuk menyanyi dan membaca doa bersama pun mereka cuma ngeliatin temen-temennya yang lain. Seolah gak ada semangat buat sekolah. Nah itu masih mending dianya mau duduk dan gak lari kesana kemari. Ada juga yang maunya kabur terus dari kelas atau paling nggak lari-larian ke bangku temannya yang lain. Pokoknya yang kerjaannya bikin gaduh en gak mau ngikutin pelajaran juga. Duhh...kadang kasihan juga ma temen-temennya yang lain, abisnya anak ini juga sering ngusilin temen-temen di sebelahnya.

Kalo ngomongin murid-muridku tuh gak kan muat deh aku ceritainnya soale panjaaaaannnnggggg.......... J . Sampai akhirnya aku diterima jadi guru ekskul bahasa inggris di sana. Nah kali ini baru aku ngajar beneran gak cuma bantuin guru-gurunya. Seru banget kegiatanku tiap hari: nyiapin materi buat besok (biasanya pake bikin alat peraga segala), trus berada di depan kelas tiap pagi buat nyampein materi. Pake suara yang lantang, pake jalan ke sana kemari, kasih contoh gerakan2, nyanyi bareng... wah pokoke menyenangkan buanget. Gak salah rasanya aku jatuh cinta sama mereka.

Bayangkan respon mereka terhadap apa yang aku sampaikan itu lo terlihat antusias banget. Meskipun ada saja yang bikin ulah, tapi ulah mereka juga menyegarkan pikiran kita tiap hari. Gak peduli mereka bikin ulah nangis, marah, mukul temennya, teriak2, tertawa keras-keras, kejar-kejaran dan masih banyak lagi aktivitas yang laen. Make me fresh.